Mobil RC 40MHz Jarak Pendek? Ini Cara Memperbaikinya

Hari ini saya mendapat kiriman paket dari pak Basuki asal Bogor, yaitu mobil remot dengan kondisi untuk bagian penerima atau receiver mobil RC-nya rusak. Katanya mobil masih bisa menyala, tapi jarak remote-nya sangat pendek dan tidak bisa dipakai dengan normal.

Ceritanya beliau mencoba merubah frekuensi dari 40 MHz ke frekuensi yang lain. Sudah dicoba beberapa kali tapi tetap gagal. Justru inti koker di mobil dan remote malah pecah. Akhirnya mobil RC dikirim ke saya untuk diperbaiki sekaligus diubah frekuensinya.

Sekarang langsung saya cek isi paketnya, ternyata sebuah mobil RC offroad 40MHz. Setelah dicek memang benar inti koker di mobil RC dan remote terlihat sudah pernah diputar. Ujung inti koker pecah dan drat sudah terasa longgar.

Proses pengujian mobil RC untuk mengamati gejala kerusakan.

Lalu saya coba tekan tombol maju-mundur diremote-nya, mobil RC masih bisa merespon, tapi jarak jangkauannya terbatas. Gejala seperti ini efek dari inti koker yang longgar, atau karena frekuensinya bergeser.

Pertama kita coba cari tahu penyebab inti koker bisa pecah dan jarak jangkauan remote mobil RC menjadi pendek.

Kenapa Inti Koker Bisa Pecah dan Jarak Remote Menjadi Pendek

Untuk mengetahuinya, kita perlu melihat apa yang terjadi saat proses percobaan merubah frekuensi dilakukan.

Inti koker yang ada di mobil RC kelas mainan terbuat dari arang karbon yang mudah pecah. Fungsinya untuk mengatur frekuensi di remote dan mobil RC agar sama. Selain itu bahan inti koker jika sudah di putar sekali-dua kali, drat akan longgar.

Pada kasus pak Basuki, masalah muncul saat inti koker sudah sempat diputar, namun belum ketemu posisi frekuensi yang pas dan keburu pecah di tengah jalan. Akibatnya, inti koker jadi sulit diputar lagi, sementara frekuensi receiver sudah terlanjur bergeser. Saat remote dicoba untuk menjalankan mobil RC, jarak jangkauannya jadi pendek.

Ujung inti koker yang pecah sehingga frekuensi mobil RC menjadi tidak stabil.

Untuk mengatasinya, beliau mencoba mengatur frekuensi di remotenya agar bisa kembali mengendalikan mobil RC. Namun masalah kembali terulang, inti koker di remote juga pecah saat proses penyetelan dilakukan. Inilah yang membuat frekuensi terus bergeser dan tidak pernah benar-benar pas, karena frekuensi mobil RC dan remote sudah tidak lagi sama.

Kesimpulan sementara, cara yang di pakai pak Basuki memutar inti koker untuk merubah frekuensi mobil RC 40 MHz ke frekunsi yang lain tidak sepenuhnya salah. Menurut saya, alat yang digunakan tidak sesuai dan cara memutar inti koker kurang hati-hati.

Agar perbaikannya lebih mudah dan terarah, langkah pertama yang saya lakukan adalah mengembalikan frekuensi mobil RC ini ke setelan awalnya. Baru setelah itu dilakukan penyesuaian frekuensi sesuai kebutuhan.

Langkah Perbaikan Mobil RC dengan Inti Koker Pecah

Untuk perbaikan mobil RC yang seperti ini, biasanya saya tidak langsung mengganti koker, tapi memanfaatkan koker bawaan yang pecah tadi.

Pertama saya keluarkan dulu inti koker yang pecah. Kalau diperhatikan, di bagian atas dan bawah inti koker sebenarnya ada coakan untuk memutarnya. Namun karena coakan bagian atas sudah pecah, saya tidak memaksakan mengeluarkannya dari atas agar kerusakannya tidak semakin parah.

Lubang kecil di bagian bawah PCB yang digunakan untuk melepas inti koker mobil RC.

Karena itu, saya memilih mengeluarkan inti koker dari arah bawah ke atas. Coba lihat bagian bawah PCB tempat koker dipasang, di situ ada lubang kecil. Dari lubang inilah inti koker diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan mata obeng min. Pastikan mata obeng yang digunakan pas dengan coakannya, supaya bagian bawah inti koker tidak ikut pecah.

Setelah inti koker berhasil dikeluarkan, saya pasang kembali dengan posisi dibalik, di mana bagian yang pecah dimasukkan terlebih dahulu. Karena dratnya juga sudah aus, saya menambahkan pengganjal dari bahan karet kecil. Tujuannya agar inti koker tidak mudah lolos dan posisinya bisa lebih stabil.

Sampai di sini seharusnya saya sudah bisa langsung menyesuaikan frekuensi mobil RC agar kembali seperti semula. Namun masalahnya, inti koker remote bawaan juga sudah pecah. Untungnya saya masih punya remote mobil RC lain dengan frekuensi yang sama, yaitu 40MHz.

Proses Penyetelan Ulang Frekuensi Remote dan Mobil RC

Langkah pertama, saya fokus dulu ke mobil RC-nya. Ujung inti koker saya posisikan kurang lebih di tengah ulir, sebagai titik awal. Setelah itu salah satu tombol di remote cadangan ditekan sambil memperhatikan respon mobil. Kalau sudah konek, langsung saya tes jarak jangkaunya. Kalau masih belum maksimal, inti koker diputar sedikit demi sedikit, ke atas atau ke bawah, sampai ketemu titik dengan jangkauan terjauh dan paling stabil.

Kalau sudah mendapatkan jarak paling jauh dan stabil, itu tandanya frekuensi mobil RC sudah mendekati atau sesuai dengan frekuensi remote cadangan. Di titik ini, mobil sudah bisa dijadikan patokan untuk menyetel remote bawaan.

Karena inti koker remote bawaan sudah pecah hampir separuh dan tidak lagi presisi saat diputar, akhirnya saya ganti dulu dengan inti koker yang baru. Setelah diganti, baru dilakukan penyetelan ulang mengikuti mobil RC yang sudah lebih dulu stabil tadi.

Lalu bagaimana jika tidak punya remote cadangan dengan frekuensi 40MHz? Dari pengalaman saya, cara ini tetap bisa dilakukan meskipun tanpa alat ukur frekuensi. Posisikan dulu inti koker di mobil dan remote kurang lebih di tengah. Tekan salah satu tombol, lalu perhatikan apakah mobil merespon. Jika sudah konek, caranya sama seperti tadi, cari titik jangkauan terjauh dengan memutar inti koker pada mobil secara perlahan.

Apakah hasilnya bisa benar-benar sama seperti frekuensi bawaan? Secara angka mungkin tidak persis sama, karena kita tidak memakai alat ukur. Namun berdasarkan pengalaman, jika frekuensi masih dalam kondisi standar pabrik, posisi inti koker biasanya memang berada di tengah ulir, baik itu pada mobil RC 27MHz, 40MHz, maupun 49MHz. Jadi meskipun bisa saja meleset sedikit, hasilnya tetap mendekati frekuensi aslinya dan masih normal untuk digunakan.

Setelah proses penyetelan selesai, akhirnya mobil RC kembali normal dengan frekuensi bawaan 40MHz. Jarak remote sudah kembali jauh dan responnya stabil seperti seharusnya.

Penutup

Jadi untuk kasus seperti ini, langkah yang saya ambil paling aman memang mengembalikan dulu ke setelan standar sebelum mencoba merubah ke frekuensi lain. Kalau langsung dipaksa ubah tanpa patokan, resikonya frekuensi makin tidak jelas dan jarak remote bisa semakin pendek.

Setelah mobil RC ini kembali normal di 40MHz, barulah saya lanjut mengubah frekuensinya sesuai permintaan pak Basuki, yaitu ke 37MHz. Secara dasar caranya tetap sama, yaitu memutar inti koker. Bedanya ada di cara memutarnya dan alat yang digunakan, supaya inti koker tidak pecah seperti sebelumnya.

Untuk proses mengubah frekuensi dari 40MHz ke 37MHz akan saya jelaskan detail di artikel berikutnya, masih menggunakan mobil yang sama milik pak Basuki.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa inti koker mobil RC bisa pecah?

Karena sering diputar tanpa alat yang sesuai atau ditekan terlalu keras. Bahan inti koker dari karbon cukup rapuh jika tidak hati-hati saat penyetelan.

Apakah mobil RC 40MHz bisa disetel ulang tanpa alat ukur frekuensi?

Bisa, dengan mencari titik jangkauan terjauh secara manual. Walaupun tidak persis sama dengan setelan pabrik, hasilnya tetap bisa normal digunakan.

Apakah frekuensi mobil RC bisa diubah dari 40MHz ke 37MHz?

Bisa, selama dilakukan dengan cara yang benar dan menggunakan alat yang sesuai agar inti koker tidak pecah.

Belum ada Komentar untuk "Mobil RC 40MHz Jarak Pendek? Ini Cara Memperbaikinya"

Posting Komentar